Semua orang harus bs melakukan RJP/CPR?
28 Nov 2011 2 Komentar
in Kesehatan
RJP (Resusitasi Jantung Paru) atau CPR ( Cor Pulmo Resuscitation) adalah bantuan hidup dasar. Biasa dikenal dengan napas bantuan dan pijat jantung. Mungkin ketrampilan ini kurang familiar bagi masyarakat kita, padahal ketrampilan ini sangat dibutuhkan, khususnya bagi kita yg sering berada di jalanan. Perlu diketahui, di negara maju, ketrampilan ini bahkan bs dilakukan oleh supir truk sekalipun. Sebenarnya gw jg ga tau mreka belajar drmn, tp mungkin aja mreka googling krn mreka tau pentingnya RJP ini, atau mreka hanya melihat dr film2 yg beredar di sana (jujur gw akui, film mreka sungguh berbobot). Kenapa sih RJP ini penting? Yup seperti td yg gw bilang, RJP ini bantuan hidup dasar, sangat penting dilakukan saat kita melihat orang2 yang mengalami kecelakaan, tersetrum listrik, terjatuh dari pohon, keracunan, serangan jantung, dan berbagai hal kedaruratan lainnya. Ingat, hidup-mati bukan di tangan kita, tp paling ga kita udah membantu. So, apakah semua orang hrs bs melakukan RJP? Menurut gw, iya smua orang harus bisa. Berikut langkah2 utk melakukan RJP, semoga bisa membantu saat di jalanan.
Prinsip pertama yang harus diterapkan pertama kali saat melihat korban adalah mengamankan posisi korban. Apabila korban berada di tengah jalan, bawa korban ke pinggir jalan. Tp ingat, membawa korban harus dengan posisi yang aman. Pada kecelakaan yang paling utama harus dicurigai adalah patah tulang leher, untuk itu saat memindahkan, pastikan leher tidak bergeser posisinya, bisa dilakukan dengan menjepit leher dengan sandal jepit atau Koran, atau benda apapun utk memfiksasi/melingkari leher agar tidak bergeser.
Setelah posisi aman, minta bantuan orang sekitar utk memanggil ambulans.
Lalu kita periksa kesadaran pasien. Kita panggil korban “Pak, pak!!” Atau “Bu, bu!!”, sambil kita melakukan rangsang nyeri. Bisa dilakukan dengan menggoyangkan bahu, mencubit kelopak mata bagian atas, menekan tulang dada bagian tengah (sternum). Ingat, rangsang nyeri ini bukan utk menambah penderitaan korban, tp utk memastikan kesadaran korban.
Setelah itu kita memakai prinsip ABC ( Airway, Breathing, Circulation)
- Periksa Airway atau jalan napas
Apabila saat kita memeriksa kesadaran, korban itu masih sadar dan bisa bicara, sdh dapat dipastikan bahwa jalan napas korban masih terbuka. Tetapi apabila korban tidak sadar, segera periksa jalan napas. Periksa airway dapat dilakukan dengan 3 metode yaitu chin lift, jaw thrust dan head tilt. Apabila curiga ada patah tulang leher, metode yang paling aman yaitu jaw thrust. Tarik lidah bila lidah jatuh ke belakang sehingga menutup jalan napas. Lihat juga adakah benda asing yang menutup jalan napas. Misalkan ada cairan, dpt gunakan kain utk membersihkan jalan napas.
- Periksa Breathing atau pernapasan
Setelah kita yakin jalan napas sudah tidak ada hambatan, periksa pernapasan pasien. Dilakukan secara bersamaan dengan metode look, feel, listen, penolong mendekatkan diri ke korban. Look yaitu melihat pergerakan dinding dada, feel merasakan hembusan napas dr hidung, dan listen mendengarkan suara napas dari hidung. Apabila korban masih dapat bernapas spontan, kita bisa melanjutkan ke langkah berikutnya. Apabila tidak napas spontan, lakukan napas buatan mulut-mulut, sambil menutup hidung korban, bias juga dengan mulut-hidung. Berikan bantuan napas pertama sebanyak 2x, 2 detik per napas, kira2 volume udara yg diberikan 800-1200ml. Bantuan napas ini dikatakan berhasil (masuk dlm paru) bila saat memberi napas buatan, dada korban mengembang.
- Periksa Circulation atau sirkulasi pembuluh darah
Setelah memberi napas buatan sebanyak 2x, periksa denyut nadi di arteri carotis eksterna (di leher), arteri radialis (di pergelangan tangan), arteri femoralis (di lipatan paha). Apabila tidak terdapat denyut nadi, segera lakukan pijat jantung. Posisi tangan penolong berada di dada pasien, yaitu 2 jari di atas proc.xiphoideus atau 2 jari di atas dari ujung bawah tulang dada bagian tengah. Lakukan pijat jantung dengan kecepatan kira-kira 80-100kali per menit, ya kira-kira 2pijat jantung per detik. Pijat jantung diberikan kira-kira sedalam 4-5cm. untuk bayi, dilakukan pijat jantung cukup dengan dua jari (bukan kedua tangan) Berikan pijat jantung sebanyak 30x, lalu diselingi bantuan napas sebanyak 2x. Lakukan sebanyak 5x siklus, lalu periksa denyut nadi lg. Apabila teraba denyut nadi, lakukan bantuan ini terus hingga bantuan datang. Apabila sudah teraba, posisikan pasien dengan posisi mantap (posisi miring untuk menghindari tertutupnya jalan napas).
Semoga tulisan ini dapat bermanfaat, jgn ragu untuk menolong orang ya. Tulisan di atas sebisa mungkin dibuat dalam bahasa sehari-hari, apabila ada yg ingin ditanyakan, saya bersedia menjawab selagi bias membantu
Dedicated to: seorang ibu korban kecelakaan rabu 17/11/11, yg tidak tertolong krn terdapat perdarahan di otak (SDH frontotemporal), semoga keluarganya diberi penghiburan.
Sumber: bahan kuliah FK UNS







