Secuil tentang Bapaknya pasien

Berawal dari datangnya seorang bapak ke sebuah poliklinik Rehabilitasi Medik. Yup betul banget, gw lagi stase Rehab Medik. Suatu hari bapak ini datang ke poli RM dengan membawa anaknya, beliau mengeluh bahwa anaknya kok belum bisa ngomong padahal umurnya sudah 2 tahun lebih (hampir 3 tahun lah). Saat menyebutkan keluhannya ini, bapak tersebut sudah mulai berkaca-kaca. Dokter pun bertanya “Sebelumnya sudah bisa ngomong apa pak?” Bapak itu menjawab “Ya dia cuma ngomong sendiri, tapi ga jelas, dulu pas ada ibunya sih bisa ngomong dikit-dikit kayaknya.” “Lho sekarang ibunya mana pak?” “Ibunya sudah pergi dok.” Bapak itu mulai meneteskan air mata. Lalu dokter pun mendiagnosis adanya speech delay pada anak tersebut yang harus diterapi wicara. Dokter bertanya “Pak, ini ada latihan bicara, tapi harus rajin dateng, jangan sampe terputus. Pembayarannya menggunakan apa pak?” Bapak itu pun menjawab ” Jamkesmas, dok. Tapi ini sepertinya sudah mau habis.” Dokter berkata lagi ” Waduh bagaimana ya pak, soalnya kalo keputus sayang banget pak.” Bapak itu menjawab dengan menangis ” Iya dok, untuk sementara ya diobati dulu lah pokoknya, nanti selanjutnya saya cari cara untuk bisa bayar. Yang penting anak saya bisa ngomong dok, saya kasian.” Melihat itu,gw udah ga sanggup, hati ini bergejolak ngeliat kasih seorang Ayah pada anaknya. Bahkan saat mau keluar ruang poli, sang bapak sempet berhenti menghadap tembok sebentar untuk menghapus air matanya agar tidak terlihat orang lain bahwa dia sempat menangis.

Lalu gw tiba-tiba teringat dengan bapak & mama. Mereka orangtua gw yang juga mengasihi gw dengan caranya sendiri. Mereka ga pernah ngasih uang jajan lebih, selalu pas-pasan. Awalnya gw sempet sebel, tapi dibalik itu gw tau kalau mereka pengen ngajarin gw gimana menghargai uang, gimana berhemat. Bapak juga sering bilang ” Lebih baik terlihat tidak mampu, eh ternyata mampu, daripada terlihat mampu, eh ternyata ga mampu.” Mereka selalu berusaha terlihat tidak memperhatikan gw, tapi sempat saat gw tidur (setengah tertidur soalnya gw masih bisa nguping, hehe) mereka ngobrol dan mama berkata “Anak kita sudah besar ya pak, padahal dulu kayaknya masih TK, gendong tas kelinci sambil nyanyi gelang sipatu gelang.” Yup mereka punya cara sendiri mengasihi gw.

Dan tiba-tiba gw teringat juga dengan Bapa gw yang di sorga. Dia punya cara sendiri untuk mengasihi gw, dan sampe sekarang gw ga ngerti kenapa Dia mau ngasih AnakNya buat gw.

” Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.” Matius 7:11

Selamat Natal, Bapa mengasihimu, marilah mengasihi orang lain di sekitarmu juga. Bagikan sukacita natal bersama yang lain.

Christmas Gift :)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.